Hawkeye Fightwear®

Fighter

Pertandingan Terberat Muhammad Ali

Muhammad Ali adalah petinju yang paling dikenal dan dikagumi semua orang di dunia. Muhammad Ali adalah petinju kelas berat yang pernah menjadi juara dunia tiga kali. Ali dikenal sebagai petinju yang selalu berbicara jelek mengenai lawannya, dan apa yang diucapkan Ali sangat membuat lawannya emosional dan membuat masyarakat tertarik untuk menonton pertandingan tersebut. Ali mempunyai beberapa pertandingan yang sangat dikenangan, contohnya adalah pertandingan yang disebut “Rumble In The Jungle” dimana Ali menantang juara kelas berat George Foreman dan “ Thrilla In Manila” yaitu pertandingan antara Joe Frazier dan Muhammad Ali.

 

Walaupun Ali dikenal sebagai petinju terbaik sepanjang masa, namun pertandingan terberat Ali justru diluar ring tinju. Pada tahun 1967-1970 Ali diskors oleh Komisi tinju karena menolak program wajib milliter pemerintahan Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Ungkapannya yang terkenal dalam menolak wamil ini “Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan “Nigger!”, kalian lah musuh saya , kalian tidak membela hak saya dan untuk apa saya harus mebunuh orang Vietcong, mending saya berkelahi melawan kalian sekarang(kepada orang kulit putih). Dalam cerita ini Ali bertanding bukan untuk gelar tinju nya, tapi bertanding untuk mendapatkan hak yang seharusnya. Pada tahun tersebut, rasisme di Amerika Serikat antar kulit hitam dan kulit putih sedang berada di puncaknya. Masyrakat yang berkulit hitam pada saat itu sangat mengalami rasisme, dan Muhammad Ali sebagai salah satu tokah kulit hitam memberanikan diri untuk mengungkapkan pendapatnya kedepan publik umum.

 

Jadi itulah pertandingan terberat Ali sepanjang karir bertinjunya. Itulah mengapa Ali disebut petinju terbaik sepanjang masa, dan itulah yang membuat Ali sebagai pahlawan. Yang membuat Ali menjadi tokoh dan pahlawan bukan lah seberapa hebatnya petinju Muhammad Ali, tapi bagaimana Ali melawan semua orang untuk hak nya sebagai manusia. Pahlawan tidak hanya dinilai dari seberapa hebat mereka atau seberapa kuat mereka. Tapi bagaimana mereka bisa menjadi versi terbaik diri mereka sendiri dan bisa menjadi tokoh sekaligus mempengaruhi orang lain. Itulah mengapa Muhammad Ali dikenal sebagai yang terbaik sepanjang masa dan juga dikenal bahwa Ali lebih besar dari pada olahraga Tinju sendiri.

 

 

 

Share: